Minggu, 31 Januari 2010

first love part 1

Tak salah bila banyak pujangga yang menuliskan tentang kedahsyatan cinta pertama yang tak kan pernah padam. Dan tak keliru pula banyak manusia yang pernah mengalaminya, paling tidak satu kali sepanjang hidupnya… dan sekarang itu terjadi padaku.
Sebenarnya aku tak tahu apakah yang di namakan dengan cinta itu. Mungkin sampai sekarang pun aku belum merasakannya. Namun sebagai perempuan, adalah manusiawi jika aku pernah tertarik sama laki-laki, entah itu wajahnya (paling sering, he..), sifatnya, pintarnya, akhlaknya, atau bukan karena apa-apa aku tertarik dengannya.
Kejadian ini dimulai saat aku berada di pulau Sumatera, di sebuah kota pedalaman bernama Padang Pariaman. Aku ikut ayahku yang tugas di sana. Hmmm… sebuah kota kecil namun indahhh sekali, membuat berjuta-juta kenangan indah dalam memoriku… di sana aku punya teman main yang sering kupanggil mas Eldi. Waktu itu, dia masih berumur kira-kira 6-7 tahun, anak dari temannya ayahku sekaligus kakak kelasku, 1 tingkat di atasku. Masih kecil banget yah..
Gak tau kenapa, aku seneng banget rasanya klo bermain bersama dia, sifatnya yang kuingat sampai saat ini adalah dia walaupun masih bocah, tapi melindungi temannya yang lebih kecil.. yang paling sering ku ingat adalah sore-sore pasti dia main ke rumahku, mengendarai sepeda kecilnya lalu memanggil namaku: ‘Dek Ozzy…”, ha..ha… waktu itu aku lagi mandi, cepet2 ku selesaikan mandiku, biar dia tidak lama menunggu dan kami pun punya banyak waktu untuk bermain. Sering pula piknik bareng bareng keluarga2 yang lain, dan menghabiskan waktu buat bermain2, ngobrol… walau masih kecil aku dulu bisa membedakan lho mana yang cowok yg special ama yg biasa saja, hehehe…
Benar2 tak kan terlupa kenangan2 indah itu, saat pindah ke Jawa, saat SD, SMP, SMA aku sering ingat sama dia, lewat foto-fotonya yang sering kupandangi, hmm… namun saat itu, sayang sekali aku tak tahu keberadaan dia di mana. Maklum, sama2 pindah tugas ayah kami masing2, lost of contact. Pernah suatu kali aku bermimpi, dia datang menjemputku bersama keluarganya, rasanya kayak nyata banget… sampai putus asa aku mencari kabarnya, hingga saat aku kuliah aku mendengar kabar bahwa ayahnya pindah di Cibadak Sukabumi, dan mas Eldi kuliah di Teknik Sipil UGM. Hanya itulah yang aku tahu.. ingin ku cari infonya lewat internet, tapi aku tak tahu siapa nama lengkapnya.. sampai detik ini pun, aku masih punya harapan untuk bertemu dengan dia lagi…… aku tak berharap apa-apa lagi, hanya aku ingin melihat wajahnya, dan berbincang dengannya, mengulang nostalgia masa kecil yang pernah kita ukir bersama dulu.

Tidak ada komentar: